blogger counter

Mimpi Itu Berawal dari JOGJA

Entah penyakit gila nomor berapa yang menjangkiti diri saya (Andrea Hirata mode:on) Sejak pertama kali bekerja dan merantau di Balikpapan, cita-cita saya hanya satu, kembali ke Jogja. Sejak saat itu saya punya tekad bahwa saya tak akan menjadi pegawai sampai pensiun. Saya pengen punya usaha di Jogja, hidup tentram bersama keluarga, sambil momong anak, dan merawat orang tua saya dan mertua saya yang semakin renta. Niat yang mulia bukan? Smile Lantas tindak lanjut dari tekad saya adalah harus punya istri orang Jogja, dan Alhamdulillah tahun 2009 kemarin terkabul menikah dengan orang Jogja, teman SMA saya dulu Smile

Sungguh, saya rindu dengan suasana Jogja, keluarga besar saya, teman-teman di Paskibraka, Ekamas.

Pada awal tahun 2009 Alhamdulillah saya mendapatkan tugas belajar di Jakarta, alasan saya kuliah lagi sebenarnya karena saya ingin pindah ke Jawa, alasan kedua ingin belajar akuntansi, alasan ketiga saya baru ingat bahwa saya pernah punya rencana bahwa saya akan kuliah lagi, rencana ini saya buat waktu saya akan berangkat ke Balikpapan pada tahun 2006.

Wow.. ternyata kuliah itu benar-benar menyenangkan, ternyata hidup itu indah tanpa seragam yang banyak emblem dan sepatu PDH.  Sayangnya saya tidak pernah merasakan dapat IP tinggi, tak apalah, yang penting saya tidak nyontek waktu ujian dan saya punya semangat yang besar untuk mandiri. Selama kuliah itulah saya belajar jualan, merasakan susahnya jualan, piutang yang tak kunjung dibayar, gak enaknya kalau rugi, dan sedihnya kalau usaha collaps. It’s OK. Semangat saya untuk memiliki usaha tidak akan padam. Demi kembali ke Jogja.

Dua tahun sudah saya menghabiskan masa kuliah yang penuh suka duka dan penuh warna, dan 2011 ini saya harus kembali ke kantor. Ketika lulus kuliah, saya dan teman-teman sempat ngobrol tentang masa depan, banyak yang ingin berkarir, ada juga ingin jadi dosen, namun sedikit yang ingin keluar seperti saya. Aneh kan?

Lantas kalau kamu keluar kamu pengen jadi apa? Ini pertanyaan dari teman-teman saya ketika saya utarakan niat saya untuk keluar dari zona nyaman ini suatu saat nanti. Jawaban saya : BAPAK RUMAH TANGGA. Loh, memangnya ibu-ibu aja yang boleh jadi ibu rumah tangga. Memangnya kalau gak kerja kantoran gak bisa dapat penghasilan yang memadai. Itulah tantangannya..

Buat orang lain, pekerjaan yang menantang adalah pekerjaan lapangan yang penuh resiko, namun buat saya lebih menantang menghasilkan uang dari sebuah kamar yang sempit, tanpa perlu keluar rumah.

Akhirnya saya meluruskan niat saya (loh jadi selama ini niatnya salah?), kamsud saya itu memikirkan apa yang harus saya lakukan untuk bisa kembali ke Jogja, dan apa yang saya lakukan setelah saya kembali ke jogja.

1. Modal

Jujur saja, ini masalah yang membuat jualan saya kandas di tahun 2010. Semua modal saya habis buat nikah, dan awal-awal menikah adalah saat yang berat buat saya, gaji saya habis untuk pulang-pergi Jakarta-Jogja karena istri saya belum bisa ikut ke Jakarta. Saya tidak boleh tinggal diam, satu peluang yang saya miliki adalah INTERNET, saya punya 24 jam internet, saya harus bisa menghasilkan uang dari sana. Pada suatu siang, saya chatting dengan adik saya, saya katakan kalau saya ingin ngeblog (kamsudnya ngeblog buat cari duit, bukan sekedar curcol). Lalu gayung bersambut, adik saya yang sudah terjun lebih dulu di dunia blog, mengajak saya bergabung ngurusi blognya sekalian. Jadi kami bekerja bersama ngurus blog. Alhamdulillah akhir tahun 2010 kemarin mulai menampakkan hasil, dan saya berhasil menunaikan nadzar saya, yaitu penghasilan pertama dari hasil nge-blog akan saya sumbangkan seluruhnya. Semoga menjadi berkah..

Jadi, nge-blog Insyaallah akan menjadi batu lompatan buat saya, penghasilan dari nge-blog akan saya gunakan untuk merintis usaha di Jogja. Ketika segalanya sudah siap, saya akan kembali ke Jogja.

2. A Family Man

Sungguh, saya ingin menyaksikan anak saya tumbuh menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah, meskipun sampai saat ini kami belum dikaruniai momongan. Saya ingin selalu ada saat istri atau anak saya membutuhkan saya. Saya tak ingin berangkat pagi-pagi ke kantor, sementara anak saya belum bangun, atau ketika saya pulang dari kantor, anak saya sudah tidur. Dan ketika istri saya butuh bantuan, harus menunggu saya pulang kerja. Saya tak ingin menghabiskan 1/3 waktu saya di kantor, dan bisa dikatakan menjadi suami dan ayah adalah part time job. Saya ingin menjadi full time husband and father.

Selain itu, orang tua saya dan mertua saya semakin tua, tentu mereka akan merasa bahagia ketika di usia senja mereka ada anak-anaknya yang menemani dan merawat mereka. Kita tak akan pernah bisa menghitung jasa orang tua kita, so, ini saatnya membaktikan diri, menemani mereka melewatkan hari tua.

3. Kerja itu tidak melulu soal uang, kawan!

Saya percaya, bahwa pekerjaan itu tidak hanya sekedar mencari uang, tapi juga aktualisasi diri. Selain itu bekerja juga untuk kebahagiaan keluarga, khususnya soal materi. Namun, apakah anda dan keluarga anda bahagia jika Anda lebih banyak menghabiskan waktu Anda di kantor daripada bercengkrama dengan keluarga? Apakah Anda bahagia bekerja pada bidang yang sebenarnya tidak terlalu Anda sukai, atau bekerja dengan lingkungan yang buat Anda tidak nyaman? Saya ingin bekerja pada bidang yang saya sukai, punya waktu banyak untuk keluarga, punya waktu banyak untuk bersosialisasi dengan masyarakat.

PNS bukan segalanya, Allah SWT menebar rizki dimana-mana, dan jika kita berusaha kita pasti akan mendapatkannya.

2 Comments

  • 1
    June 26, 2011 - 2:29 pm | Permalink

    Sungguh mengisnpirasi mas,

    Salam,
    Adik tingkatnya Mbak ida

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>